BANTUL — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, menghadiri tasyakuran renovasi Masjid Ngesthi Tunggal di Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Ahad (25/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, turut diresmikan Bangunjiwo Barat (BB) Mart sebagai bagian dari upaya mengembangkan kegiatan ekonomi dan pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Agung berharap Masjid Ngesthi Tunggal tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Ia mendoakan agar masjid tersebut semakin makmur dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi jamaah maupun lingkungan sekitarnya.
“Semoga bisa menjadi masjid tempat kita beribadah secara khusyuk sekaligus tempat untuk pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Agung mengutip Surah At-Taubah ayat 71 yang menjelaskan bahwa orang-orang beriman, laki-laki maupun perempuan, saling menolong satu sama lain. Menurutnya, nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam mengembangkan masjid dan kegiatan ekonomi umat.
“Sebagian menjadi penolong sebagian yang lainnya. Menjadi penolong, saling tolong-menolong, saling bantu-membantu antara satu dengan yang lainnya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus dipelihara agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Yang penting adalah ikhtiar usaha untuk betul-betul berkontribusi di dalam upaya membangun masjid kita agar menjadi nyaman untuk ibadah,” katanya.
Renovasi Setelah 36 Tahun
Ketua Takmir Masjid Ngesthi Tunggal, Sumanto, menjelaskan bahwa renovasi besar-besaran dilakukan setelah 36 tahun sejak masjid tersebut diserahkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1990.
Menurut Sumanto, renovasi ini merupakan hasil ikhtiar bersama jamaah dan warga Muhammadiyah setempat untuk menjaga sekaligus meningkatkan fungsi masjid yang memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Muhammadiyah di Bangunjiwo Barat.
Pada masa awal perintisan ranting, Masjid Ngesthi Tunggal tidak hanya digunakan sebagai tempat dakwah, tetapi juga menjadi kantor Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat. Saat itu, PRM belum memiliki gedung sendiri sehingga kegiatan dakwah dan administrasi organisasi dipusatkan di masjid tersebut.
“Sehingga kegiatan dakwah dan kantor menjadi satu dengan Masjid Ngesthi Tunggal,” ungkapnya.
Sebelum renovasi dimulai, takmir bersama panitia juga berupaya menyelesaikan status lahan yang sebelumnya masih berstatus pinjaman. Melalui penggalangan donasi, pembelian lahan tersebut berhasil dilunasi dalam waktu kurang dari dua tahun. Sebagian tanah juga diperoleh melalui wakaf.
Setelah proses pembebasan lahan selesai, takmir bersama jamaah bermusyawarah untuk memperbaiki kondisi bangunan, terutama bagian atap yang kerap bocor saat hujan.
“Alhamdulillah, setelah pembebasan tanah selesai, kami langsung berembuk untuk renovasi atap masjid. Kalau hujan, sebelumnya sering bocor. Jamaah sampai harus mencari ember untuk menampung air,” tuturnya.
Jamaah Mulai Meningkat
Sumanto berharap renovasi tersebut dapat meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk memakmurkan masjid. Menurut pengamatannya, jumlah jamaah mulai meningkat setelah renovasi selesai, terutama pada waktu salat Magrib dan Isya.
Jamaah salat Subuh juga mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini menjadi salah satu perkembangan positif yang diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan semakin baiknya kondisi masjid.
Ke depan, Masjid Ngesthi Tunggal diharapkan tidak hanya semakin nyaman sebagai tempat beribadah, tetapi juga terus berperan dalam kegiatan dakwah, penguatan ukhuwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian BB Mart dalam rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar ekonomi umat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masjid diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus penggerak kemajuan masyarakat di Bangunjiwo Barat.
Sumber : Suara Muhammadiyah


