Bantul — MTs Muhammadiyah Kasihan menggelar Pengajian Ahad Pagi dan Parenting Wali Siswa pada Ahad, 6 September 2026, di Masjid Ngesti Tunggal. Kegiatan yang diikuti wali siswa kelas VII, VIII, dan IX ini menghadirkan Ustadz Endro Dwi Hatmanto, S.Pd., Ph.D. sebagai narasumber dengan tema “Pengaruh Pola Asuh terhadap Emosi dan Intelektual Anak.”
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Madrasah bidang Humas dan Kerjasama, Firman Arif Praditya, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan anak membutuhkan sinergi yang kuat antara madrasah dan keluarga. Ia mengajak orang tua untuk bersama-sama mendukung gerakan madrasah dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan bebas dari perundungan (bullying).
Menurutnya, madrasah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman, tenang, nyaman, dan gembira. Karena itu, upaya mencegah perundungan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga perlu mendapat dukungan dari keluarga.
“Anak-anak perlu kita arahkan untuk memiliki pertemanan yang baik. Apa yang dibangun di madrasah perlu dikuatkan di rumah, termasuk dalam memberikan nasihat, pendampingan, dan membangun komunikasi yang positif dengan anak,” ungkapnya.
Firman juga mengingatkan kembali visi madrasah “BISA HEBAT”, yaitu Berilmu, Sholih, Aktif, Sehat, Bahagia, dan Berprestasi. Visi tersebut menjadi arah bersama dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kesehatan, kebahagiaan, dan akhlak yang baik.
Sementara itu, dalam sesi parenting, Ustadz Endro menekankan bahwa orang tua juga harus terus belajar untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak. Perubahan zaman dan semakin berkembangnya tuntutan kehidupan membuat orang tua perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi emosional orang tua sering kali berpengaruh terhadap emosi anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mampu mengelola emosi diri, sehingga persoalan atau tekanan yang dialami tidak selalu terbawa dalam interaksi dengan anak.

Selain penguatan pengasuhan, madrasah memberikan perhatian sesuai jenjang siswa. Kelas VII difokuskan pada penguatan kemampuan dasar dan pemetaan potensi. Kelas VIII diarahkan untuk aktif dalam organisasi dan mengembangkan kepemimpinan, sedangkan kelas IX difokuskan pada persiapan ujian serta perencanaan pendidikan lanjutan.
Di atas semua itu, madrasah juga mengajak orang tua untuk bersama-sama menjaga shalat lima waktu anak sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan kehidupan keislaman mereka.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Kasihan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara madrasah dan orang tua. Gerakan anti-perundungan bukan hanya program madrasah, tetapi gerakan bersama seluruh warga madrasah dan keluarga. Dengan dukungan orang tua dalam memberikan teladan, nasihat, pendampingan, serta mengarahkan anak pada pertemanan yang sehat, diharapkan MTs Muhammadiyah Kasihan benar-benar menjadi madrasah yang ramah, aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap anak.


