Syawalan dan Mangayubagya Jamaah Haji PCM Kasihan 2026, Menautkan Syukur dan Harap dalam Kebersamaan

share on:

Kasihan – Dalam suasana Syawal yang masih menyisakan hangatnya silaturahmi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kasihan, Bantul menyelenggarakan rangkaian kegiatan halal bi halal, syawalan, serta mangayubagya calon jamaah haji tahun 2026. Acara ini digelar di Masjid Asy-Syifa’ Perum PKU Muhammadiyah, Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada Jumat (17/4/2026), menghadirkan nuansa kebersamaan yang khidmat sekaligus sarat makna.

Sekitar 400 jamaah hadir, merangkai barisan ukhuwah dari berbagai unsur Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Kapanewon Kasihan. Mulai dari jajaran pimpinan cabang dan ranting, majelis serta lembaga, hingga para kepala sekolah AUM Pendidikan dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK dan pesantren, semuanya menyatu dalam satu ruang silaturahmi. Hadir pula 70 calon jamaah haji tahun 2026 di bawah bimbingan KBIH ’Aisyiyah D.I.Y., bersama tamu undangan dari pemerintah kalurahan Tamantirto, Bangunjiwo, Tirtonirmolo, dan Ngestiharjo.

Mewakili para lurah se-Kasihan, Lurah Tamantirto, Wisnu Ardi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Muhammadiyah atas peran nyatanya dalam mendampingi masyarakat. Ia menyinggung layanan AmbulanMu yang telah menjadi denyut kemanfaatan bagi warga, bahkan menjangkau hingga saat-saat genting seperti masa pandemi Covid-19. Dalam tutur yang hangat, ia juga menyampaikan doa bagi para calon jamaah haji, seraya berharap sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah terus terjalin demi pengabdian kepada masyarakat.

Di hadapan para jamaah, Ketua PCM Kasihan, H. Agus Mulyono, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada para calon tamu Allah. Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah haji—sebuah perjalanan lahir dan batin yang menuntut kesiapan menyeluruh.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan ikhtiar PCM Kasihan dalam meremajakan armada AmbulanMu yang selama ini menjadi garda depan pelayanan sosial. Dengan jarak tempuh yang panjang dan intensitas layanan yang tinggi—bahkan hingga lintas pulau—armada yang ada mulai menua. Oleh karena itu, PCM Kasihan mengajak jamaah untuk turut berpartisipasi dalam gerakan “saham akhirat”, dengan target penggalangan dana sebesar 356 juta rupiah, melalui kontribusi paket sebesar 500 ribu rupiah. Sebuah ajakan yang tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi titipan amal yang mengalirkan manfaat tanpa henti.

Acara kemudian ditutup dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Saebani, M.Pd., Wakil Ketua PDM Bantul. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ilmu dan amal. Ilmu yang diamalkan, dan amal yang dilandasi ilmu, menjadi kunci hadirnya keberkahan dan kemanfaatan.

Dengan gaya tutur yang sederhana namun mengena, ia mengingatkan nilai khas dalam Muhammadiyah: bukan tentang pembagian, melainkan tentang berbagi. “Di Muhammadiyah itu tidak ada dum-duman, adanya urunan,” ungkapnya. Ia pun memaknai istilah “terima kasih” sebagai siklus kebaikan—menerima dari Allah SWT, lalu mengasihkannya kembali untuk kemaslahatan umat. Sebuah pesan yang mengalir pelan, namun menancap dalam, mengajak setiap insan untuk terus menjadi perantara kebaikan.

Syawalan dan mangayubagya ini pun berakhir dalam suasana yang teduh—menautkan syukur, harap, dan tekad dalam satu ikatan kebersamaan. Di antara doa-doa yang terlantun, terselip harapan agar setiap langkah pengabdian senantiasa diberkahi, dan setiap niat baik menemukan jalannya menuju ridha Ilahi. (ant)

Leave a Response