Kulon Progo, 29 Mei 2026 – Di antara sejuknya udara perbukitan Menoreh dan hangatnya sambutan warga, langkah-langkah persaudaraan kembali dipertemukan dalam sebuah ikhtiar mulia. Keluarga besar PRM Tamantirto Utara, Kasihan, Bantul menempuh perjalanan menuju Masjid Muhammad wa Latifah, Pagerharjo, Samigaluh, membawa amanah para pekurban sekaligus menghadirkan pesan bahwa kebersamaan tidak mengenal jarak.

Bukan sekadar mengantarkan daging qurban, tetapi juga menyambung tali silaturahmi yang dirajut dengan keikhlasan dan semangat berbagi. Di rumah Allah yang berdiri teduh di tengah perbukitan, rombongan disambut oleh Ketua PCM Samigaluh, Ustadz Arifin, serta Ustadz Teguh Kumoro, mewakili PRM Pagerharjo sekaligus Kepala Dukuh setempat.
Suasana sederhana namun penuh kehangatan terasa sejak awal kegiatan. Jamaah, tokoh masyarakat, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah, serta perwakilan masjid dan musala binaan PRM Tamantirto Utara duduk bersama dalam satu majelis, mengingatkan bahwa persaudaraan yang dibangun atas dasar iman selalu mampu menghadirkan kedekatan meski berasal dari tempat yang berbeda.
Alhamdulillah, tahun ini amanah qurban yang dihimpun berhasil melampaui target. Sebanyak 250 paket daging qurban berhasil disalurkan kepada masyarakat, terdiri dari:
- 170 paket dengan berat sekitar 0,65 kilogram, dan
- 80 paket dengan berat sekitar 1 kilogram.
Setiap paket bukan hanya berisi daging qurban, tetapi juga mengandung doa, kepedulian, dan cinta dari para pekurban yang berharap keberkahan dapat dirasakan oleh saudara-saudara mereka di Pagerharjo.

Dalam sambutannya, perwakilan PRM Pagerharjo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Mereka berharap silaturahmi yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus tumbuh menjadi jembatan ukhuwah yang semakin kokoh dari waktu ke waktu. Bahkan, mereka membuka pintu persaudaraan dengan mengundang warga Tamantirto Utara untuk mengenal lebih dekat keindahan alam dan potensi wisata yang dimiliki Pagerharjo.
Sementara itu, PRM Tamantirto Utara menyampaikan harapan agar amanah qurban ini dapat membawa manfaat yang luas bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Sebab pada hakikatnya, qurban bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, menguatkan kepedulian, dan menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah umat.
Momen haru juga hadir ketika salah satu penerima manfaat, Ibu Anastasia Sutini, seorang mualaf setempat, menyampaikan ucapan terima kasih dengan penuh rasa syukur. Senyum dan ungkapan sederhana yang beliau sampaikan menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun kebaikan, akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati.
Di penghujung kegiatan, foto bersama di halaman Masjid Muhammad wa Latifah menjadi saksi bahwa qurban tidak hanya menyatukan mereka yang memberi dan menerima, tetapi juga mempertemukan hati-hati yang ingin berjalan bersama dalam kebaikan.
Semoga langkah kecil yang ditempuh dari Tamantirto menuju Pagerharjo ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menebar manfaat. Sebab sejatinya, keberkahan qurban tidak berhenti ketika daging telah dibagikan, melainkan terus hidup dalam silaturahmi yang terjaga, doa-doa yang terpanjatkan, dan persaudaraan yang semakin erat di bawah naungan ridha Allah SWT.


