BANTUL – Komitmen MTs Muhammadiyah Kasihan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terus diwujudkan melalui penguatan kompetensi guru. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengirimkan perwakilan guru Bahasa Indonesia sekaligus Kepala Perpustakaan MTs Muhammadiyah Kasihan, Partiyem, untuk mengikuti Workshop “Merancang Pembelajaran Kreatif dan Inovatif melalui Lesson Study dan Media Pembelajaran Digital Berbasis Deep Learning” yang diselenggarakan pada Selasa (19/5/2026) di MTs Negeri 4 Bantul.
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul ini diikuti oleh 31 guru perwakilan MTs dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Bantul.
Partiyem menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperbarui wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.
“Peserta didik saat ini merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, guru perlu terus berinovasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Melalui workshop ini, kami mendapatkan banyak inspirasi dan keterampilan baru yang dapat diterapkan di MTs Muhammadiyah Kasihan,” ujarnya.
Workshop dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musadad, M.Ag., yang memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan kompetensi guru madrasah melalui kegiatan kolaboratif tersebut.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai penerapan Lesson Study yang menitikberatkan pada siklus perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see) secara kolaboratif antar guru. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya penggunaan media pembelajaran digital yang mampu menjawab tantangan pembelajaran bagi generasi Z.
Tidak hanya memperoleh teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan platform digital serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kolaboratif yang mendorong kreativitas dan inovasi pembelajaran. Pada sesi akhir, peserta menyusun modul ajar berbasis Lesson Study dan Deep Learning untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi di madrasah masing-masing.
Sebagai Kepala Perpustakaan, Partiyem menilai materi yang diperoleh juga sangat relevan untuk mendukung transformasi layanan literasi di madrasah. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran maupun pengelolaan sumber belajar menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, Ridwan Furqoni, menyambut baik partisipasi guru dalam kegiatan pengembangan profesional tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi utama untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Madrasah terus mendorong guru untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan dan forum ilmiah. Ilmu serta pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimbaskan kepada guru lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pembelajaran di MTs Muhammadiyah Kasihan,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, MTs Muhammadiyah Kasihan berharap dapat terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan, sekaligus memperkuat budaya kolaborasi dan literasi di lingkungan madrasah.


