Kasihan hari itu bukan sekadar lokasi kegiatan, melainkan menjadi “miniatur Tanah Suci” yang menggetarkan hati.
Kasihan, Bantul — Pemandangan tak biasa menyelimuti halaman Sportorium UMY pada Jumat (10/4/2026). Ribuan anak usia dini mengenakan pakaian ihram putih bersih, menjelma menjadi “jamaah haji cilik” dalam kegiatan manasik haji terbesar tingkat PAUD di Kapanewon Kasihan.
Dalam rangka memberikan pengalaman spiritual yang membekas sejak dini, Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal bekerja sama dengan KBIHU Aisyiyah Bantul sukses menggelar manasik haji yang diikuti 1.031 siswa-siswi KB-TK ABA dari 23 Amal Usaha Aisyiyah se-Kapanewon Kasihan.
Kegiatan ini dipandu oleh ustadz Drs. H. Purwono, M.A., dengan dukungan penuh dari ALBHA Kasihan dan Sedayu, serta keterlibatan luar biasa dari 108 guru yang setia mendampingi setiap langkah kecil para “tamu Allah” cilik ini.
Suasana semakin hidup saat anak-anak dengan penuh semangat mengikuti rangkaian ibadah: dari tawaf mengelilingi Ka’bah mini, berlari kecil dalam sa’i, hingga wukuf dan lempar jumrah—semuanya dikemas edukatif, menyenangkan, dan sarat makna. Gelak tawa bercampur kekhusyukan menciptakan atmosfer yang tak hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini.
Ketua IGABA Kasihan, Enik Suci Kurniasih, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simulasi, melainkan sebuah investasi nilai.
“Tujuannya memberikan pengalaman langsung dan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” ungkapnya dengan penuh harap.
Tak hanya itu, kegiatan megah ini juga mendapat perhatian luas. Hadir menyaksikan antara lain Pengawas dan Penilik PAUD dan Dikdas Kabupaten Bantul, jajaran PCA Kasihan, serta dukungan dari KOKAM dan AmbulanMu Kasihan yang turut memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Ketua PCM Kasihan, Agus Mulyono, bahkan menyebut kegiatan ini sebagai langkah besar menuju gerakan manasik haji serentak yang lebih luas di masa depan. Sementara itu, Ketua PCA Kasihan, Noviatiningsih, menegaskan komitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat sinergi demi kemajuan pendidikan KB-TK ABA.
Dengan semangat kebersamaan dan balutan nilai-nilai Islam yang kuat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bisa dimulai sejak langkah kecil—langkah anak-anak menuju masa depan yang berakhlak mulia.


