Bantul – Dengan tekad kuat menegakkan jati diri pendidikan Islam berkemajuan, MTs Muhammadiyah Kasihan meluncurkan program Bebas Buta Aksara Al-Qur’an bagi seluruh siswanya. Sebanyak 270 siswa diawal tahun ajaran baru ini menjalani asesmen ulang kemampuan membaca Al-Qur’an. Hasilnya menjadi dasar penyusunan bimbingan intensif yang akan digelar dalam skema yang terstruktur dan penuh semangat kebersamaan.
Bimbingan dirancang berkelompok dengan jumlah 30 kelompok, masing-masing terdiri atas 9 siswa. Metode yang digunakan pun sederhana, murni dan teruji: klasikal dengan alat peraga Iqro’. Program ini akan berlangsung kurang lebih 3 bulan penuh, dimulai pada Selasa, 19 Agustus 2025, setiap hari Senin sampai Jumat pukul 07.00–08.15 WIB. Sebelumnya, pada Jumat, 15 Agustus 2025, jajaran guru dan tim pengajar telah melakukan koordinasi serta persiapan teknis untuk memastikan kelancaran.
Keistimewaan program ini tidak hanya terletak pada jumlah peserta yang besar, tetapi juga pada komposisi pengajarnya. MTs Muhammadiyah Kasihan mengerahkan kekuatan penuh: guru internal madrasah, alumni PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah), alumni Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, kader Badko TPA Kasihan, hingga relawan masyarakat yang terpanggil jiwa dakwahnya. Kehadiran mereka menjadikan program ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan gerakan kolektif membebaskan generasi dari buta aksara Al-Qur’an.
Bagi MTs Muhammadiyah Kasihan, program ini bukan pilihan yang bisa ditawar, melainkan keniscayaan. Sebagai madrasah Muhammadiyah, setiap siswa dituntut mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Inilah ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya mendidik intelektualitas, tetapi juga membangun spiritualitas, mengokohkan akidah, dan melahirkan generasi Qur’ani yang siap menebar cahaya Islam berkemajuan.
Dengan semangat ini, MTs Muhammadiyah Kasihan menegaskan: tidak ada lagi ruang bagi buta aksara Al-Qur’an di lingkungan madrasah. Bersama-sama, guru, alumni, masyarakat, dan para siswa melangkah dalam sebuah ikhtiar besar—mengibarkan panji perjuangan agar ayat-ayat suci Allah benar-benar hidup dalam dada dan lisan generasi muda.(fur)