Pengajian Galang Dana Pembangunan Masjid Alihusain Kasihan RT 01 dan Serah Terima Dosen-Tenaga Kependidikan UMY kepada PCM Kasihan

share on:

Kasihan-Sabtu, 6 September 2026 PCM Kasihan bekerjasama dengan Panitia Pembangunan Masjid Ali Husain, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan PKU Muhammadiyah Gamping menyelenggarakan Pengajian Akbar Penggalian Dana Pembangunan Masjid Alihusain Kasihan dan penyerahan dosen dan tendik UMY kepada PCM Kasihan untuk turut aktif dan mengembangkan Muhammadiyah.

Prof. Halim Purnomo selaku ketua menyampaikan bahwa masjid yang direncanakan memerlukan dana 4 milyar lebih, saat ini sudah sampai tahap persiapan pemasangan kubah. Kubah masjid wakaf dari Keluarga Prof. Nano Parwoto ini sudah di DP 28juta. Masih kurang 80jt untuk pelunasannya. Sementara target sebelum musim hujan sudah terpasang juga pintu dan jendela masjid yang kurang lebih memerlukan dana 750jutaan. Diharapkan dapat tercapai dalam penggalangan dana ini.

Agus Mulyono, S.E., M.M. dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Direktur Direktorat Al Islam dan Kemihammadiyahan UMY, Agus Taiqurrahman, M.M. Acara serahterima dari DAIK UMY sebanyak 182 dosen dan tendik untuk dibina. Sejumlah tersebut akan didistribusikan kepada 12 ranting di lingkungan PCM Kasihan.

Agus Taufiqurrahman selaku Direktur AIK UMY menyampaikan bahwa acara ini terselwnggara dengan tujuan agar dosen dan tendik UMY kembali ke masyarakat Muhammadiyah. Seluruh doaen dan tendik yg aktif sudah terukur 97% di Persyarikatan Muhammadiyah yang ada di wilayah Yogyakarta. Target untuk bisa mengaktifkan seluruh dosen tendik di tahun depan. Program lain yang diharapkan meningkat yaitu kemampuan membaca quran bagi dosen dan tendik yang ada dari saat ini 60% menjadi 100% tahun depan juga.

dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S. PP Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesehatan Umum, dan Resiliensi Bencana menyampaikan bahwa dalam dakwah harus mengikuti nabi. “Mudahkanlah dan janganlah kamu mempersulit, gembirakanlah dan janganlah kamu membuat orang lari.” Oleh karena itu masjid jangan menjadi tempat salat saja, tetapi lebih kepada untuk menjadi tempat pengembangan umat. Masjid harus mempunyai data jamaah dan persoalan yang dimiliki jamaah. Dan masjid menjadikan islam yang berkemanjuan untuk mewujudkan rahmatan lil’alamiin.

Leave a Response