Perkuat Sinergi Antar-AUM, MTs Muhammadiyah Kasihan Terima Mahasiswa PPL FSIP UMY
Kasihan, 2 September 2025 — Sinergi antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di kawasan Kasihan terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan serah terima mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di MTs Muhammadiyah Kasihan, Rabu (2/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin secara berkelanjutan antara FSIP UMY dan MTs Muhammadiyah Kasihan. Kedekatan kedua lembaga sebagai AUM yang berada di kawasan Kasihan menjadi potensi besar untuk terus membangun sinergi dalam bidang pendidikan, khususnya dalam menyiapkan calon pendidik yang profesional, berkarakter Islami, dan memiliki pengalaman nyata di lingkungan madrasah.
Serah Terima Berlangsung Hangat dan Penuh Kekeluargaan
Kegiatan serah terima berlangsung di Ruang Laboratorium IPA MTs Muhammadiyah Kasihan. Suasana kegiatan berlangsung serius, namun tetap hangat dan penuh kekeluargaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hussein, bersama empat mahasiswa PPL. Dari pihak MTs Muhammadiyah Kasihan hadir Kepala Madrasah, Ridwan Furqoni, didampingi guru-guru ISMUBA, unsur Tata Usaha, serta bagian keuangan madrasah.
Dalam program PPL ini, para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktik pada mata pelajaran rumpun ISMUBA, meliputi Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.
Mengubah Teori Menjadi Pengalaman Nyata
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Hussein menyampaikan bahwa PPL merupakan program penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran sebelum mereka menyelesaikan studi.
Setelah selama enam semester mempelajari berbagai teori dan ilmu kependidikan, mahasiswa kini mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya di madrasah.
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan sangat penting bagi mahasiswa PAI. Mereka tidak cukup hanya memahami teori tentang pendidikan dan pembelajaran, tetapi juga perlu merasakan secara langsung bagaimana menjadi seorang guru, berhadapan dengan peserta didik, mengelola kelas, serta menghadapi berbagai dinamika yang muncul dalam proses pembelajaran.
Karena itu, Dr. Hussein berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa PPL dengan sebaik-baiknya dan memperoleh sebanyak mungkin pengalaman selama berada di MTs Muhammadiyah Kasihan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika nantinya menyelesaikan studi dan benar-benar memasuki dunia pendidikan sebagai seorang pendidik.
MTs Muhammadiyah Kasihan Siapkan Pendampingan Secara Utuh
Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, Ridwan Furqoni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FSIP UMY atas kepercayaan serta keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin.
Ia berharap sinergi antara kedua lembaga dapat memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak.
“Terima kasih atas kepercayaan dan kelanjutan kerja sama ini. Mudah-mudahan sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat dan dampak positif, baik untuk UMY maupun untuk MTs Muhammadiyah Kasihan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga memperkenalkan guru-guru ISMUBA yang nantinya akan menjadi guru pendamping mahasiswa PPL.
Pendampingan tersebut dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas seorang guru. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengajar di depan kelas, tetapi juga belajar memahami seluruh siklus pembelajaran, mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, hingga melakukan penilaian dan evaluasi hasil belajar.
Dengan pendampingan guru-guru MTs Muhammadiyah Kasihan yang profesional dan berpengalaman, mahasiswa diharapkan dapat belajar secara langsung mengenai praktik pembelajaran yang efektif, pengelolaan kelas, karakter peserta didik, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang pendidik.
Berlatih Menjadi Guru Secara Utuh
Lebih jauh, Kepala Madrasah menekankan bahwa PPL juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berlatih tampil dan bersikap benar-benar sebagai seorang guru.
Selama berada di lingkungan MTs Muhammadiyah Kasihan, mahasiswa diharapkan memperhatikan berbagai aspek profesionalisme, mulai dari cara berpakaian, penampilan, komunikasi, sikap, kedisiplinan, hingga bagaimana membawa diri sebagai seorang pendidik.
Hal tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter calon guru. Seorang guru tidak hanya dinilai dari kemampuannya menyampaikan materi, tetapi juga dari keteladanan, sikap, penampilan, dan cara berinteraksi dengan peserta didik maupun seluruh warga madrasah.
“Selama dua bulan ini, kami berharap mahasiswa benar-benar mendapatkan pengalaman menjadi guru secara maksimal. Bukan hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar bagaimana seorang guru berpenampilan, bersikap, berinteraksi, dan menjalankan tanggung jawab profesionalnya di madrasah,” pesan Kepala Madrasah.
Dengan demikian, masa PPL selama kurang lebih dua bulan di MTs Muhammadiyah Kasihan diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk menguji, mengembangkan, dan mematangkan kompetensi keguruannya.
Perpustakaan Menjadi Sekretariat Mahasiswa PPL
Setelah kegiatan serah terima dan sambutan, acara ditutup dengan foto bersama antara Dosen Pembimbing Lapangan, mahasiswa PPL, Kepala Madrasah, guru-guru, serta tenaga kependidikan MTs Muhammadiyah Kasihan.
Selanjutnya, para mahasiswa diajak berkeliling untuk mengenal lingkungan dan berbagai fasilitas madrasah. Mereka diperkenalkan dengan ruang-ruang yang akan mendukung aktivitas selama menjalani PPL, termasuk Perpustakaan MTs Muhammadiyah Kasihan yang akan menjadi sekretariat mahasiswa PPL.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sekretariat mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan mahasiswa dengan budaya literasi yang sedang terus dikembangkan di MTs Muhammadiyah Kasihan.
Perpustakaan tidak hanya diposisikan sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai gagasan. Kehadiran mahasiswa PPL diharapkan semakin memberikan warna positif bagi ekosistem literasi di madrasah.
Membangun Ekosistem Pendidikan Muhammadiyah
Bagi MTs Muhammadiyah Kasihan, keberlanjutan kerja sama dengan FSIP UMY memiliki arti strategis. Sinergi tersebut merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana AUM yang berada dalam satu kawasan dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
UMY sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki sumber daya akademik dan calon-calon pendidik yang perlu mendapatkan pengalaman lapangan. Sementara MTs Muhammadiyah Kasihan menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa sekaligus memperoleh energi, gagasan, dan semangat akademik dari lingkungan perguruan tinggi.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kedekatan UMY dan MTs Muhammadiyah Kasihan bukan hanya kedekatan secara geografis, tetapi juga dapat diwujudkan menjadi kedekatan akademik, kelembagaan, dan kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan.
Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan PPL, tetapi dapat berkembang dalam berbagai bentuk kolaborasi lainnya, seperti pengembangan pembelajaran ISMUBA, peningkatan kompetensi guru, kegiatan akademik siswa, penguatan literasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai inovasi pendidikan.
Melalui kerja sama dan keterbukaan terhadap berbagai mitra, MTs Muhammadiyah Kasihan terus meneguhkan diri sebagai madrasah yang kolaboratif, profesional, berkemajuan, dan terbuka terhadap pengembangan pendidikan.
Madrasah bukan hanya tempat siswa belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi guru, calon guru, dan berbagai komunitas pendidikan untuk bersama-sama membangun masa depan.
Dari Kasihan, sinergi antar-AUM terus dirawat. Dari madrasah, calon-calon pendidik ditempa. Dan dari kolaborasi, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, nilai-nilai keislaman, dan kesiapan menghadapi masa depan.


