Bantul – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Kasihan menerima wakaf dua bidang tanah dari warga di Dusun Lemahdadi, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Selasa (21/7/2026). Wakaf tersebut diperuntukkan bagi pembangunan tempat ibadah dan Rumah Tahfiz.
Prosesi ikrar wakaf dihadiri Lurah Bangunjiwo H. Parjo, S.T., M.Si., Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kasihan Samanto, Ketua PCM Kasihan Agus Mulyono, Dukuh Lemahdadi, Ketua RT setempat, Mbah Kaum, serta tokoh masyarakat.
Sebelum prosesi dimulai, Samanto menyampaikan tausiah mengenai keutamaan wakaf sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama harta wakaf dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan wakaf sebagai investasi akhirat yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Dalam prosesi tersebut, Wiyono mengikrarkan wakaf sebidang tanah seluas 196 meter persegi untuk pembangunan tempat ibadah. Sementara itu, Karyatun mewakafkan sebidang tanah seluas 227 meter persegi yang diperuntukkan bagi pembangunan Rumah Tahfiz. Kedua bidang tanah tersebut diwakafkan kepada Nazir Persyarikatan Muhammadiyah yang diwakili Ketua PCM Kasihan, Agus Mulyono.
Dalam sambutannya, Agus Mulyono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para wakif kepada Persyarikatan Muhammadiyah. “Kami mewakili PCM Kasihan menerima amanah wakaf ini. Selanjutnya, pengelolaan wakaf tidak dilakukan sendiri, tetapi akan kami serahkan kepada masyarakat melalui PRM Bangunjiwo Barat bersama pengelola lainnya agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Prosesi ikrar wakaf berlangsung khidmat di hadapan PPAIW KUA Kasihan serta disaksikan para saksi dan pihak nazir. Setelah pembacaan ikrar, kedua wakif menandatangani Akta Ikrar Wakaf sebagai bukti sah pelaksanaan ikrar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Samanto mengapresiasi keikhlasan para wakif yang telah mewakafkan sebagian hartanya untuk kepentingan umat. Menurutnya, wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sarana ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Keberadaan tempat ibadah dan Rumah Tahfiz diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan sekaligus melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Melalui pelayanan wakaf yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi, KUA Kasihan terus berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melaksanakan ikrar wakaf. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berwakaf sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh umat sekaligus menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para wakif. (Mar)


