Bantul — Suasana penuh semangat dan optimisme mewarnai kegiatan Rapat Koordinasi Pencairan BOSDA Hibah MTs Negeri/Swasta dan Penandatanganan SPJ yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul pada Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Bantul berjumlah 32 madrasah. Dalam forum strategis ini, seluruh peserta secara resmi menandatangani dokumen pencairan dana hibah BOSDA sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan madrasah.
Penandatanganan ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi simbol keseriusan dan tanggung jawab para pimpinan madrasah dalam mengelola dana publik secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dana BOSDA diharapkan mampu mendukung operasional pendidikan secara optimal, khususnya dalam menunjang kegiatan pembelajaran dan layanan kepada siswa.
Dalam arahannya, disampaikan penegasan penting bahwa dana BOSDA tidak diperkenankan untuk belanja modal, melainkan difokuskan pada pembiayaan operasional yang langsung berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh peserta agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan anggaran.
Selain itu, forum juga diisi dengan evaluasi pelaporan BOSP dan BOSDA. Beberapa catatan penting yang mengemuka antara lain perlunya peningkatan ketertiban bendahara dalam penyusunan BKU, ketepatan waktu pembayaran pajak, serta perbaikan sistem pelaporan agar lebih rapi dan terdokumentasi dengan baik.
Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. “Ini momentum penting untuk memperkuat komitmen kita dalam pengelolaan dana yang amanah. Semoga BOSDA benar-benar memberi dampak nyata bagi kemajuan madrasah,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, seluruh kepala madrasah optimis bahwa pengelolaan BOSDA tahun 2026 akan semakin baik, tertib, dan berdampak luas. Sinergi antara pemerintah daerah dan madrasah pun diharapkan terus terjalin kuat demi mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi.


