Bantul, Bertepatan hari Jum’at, 15/8/2025 bertempat di Gedung Tabligh Institute Muhammadiyah, PCM Kasihan menerima kunjungan silaturahmi dari PCM Cibeunying Kota Bandung. Rombongan dipimpin Ketua PCM Cibeunying Bapak Safrudin bersama sembilan orang anggota lainnya. Unsur PCM Kasihan dihadiri oleh anggota pleno, Ketua dan Bendahara PCA Kasihan, Ketua Majelis DIKDASMEN & PNF, Ketua MPKSDI, Ketua LAZISMU dan Ketua PRM Tamantirto Utara.
Ketua PCM Cibeunying Safrudin menyampaikan maksud dan tujuan kami ke Jogja adalah untuk melihat kemajuan Muhammadiyah dan sekaligus bersilaturahmi ke PCM Kasihan untuk saling belajar tentang pengelolaan dan pengembangan amal usaha pendidikan, sosial dan keagamaan. Kenapa kami memilih PCM Kasihan, karena dekat dengan kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dekat dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selanjutnya Ketua PCM Kasihan Bapak H. Agus Mulyono, S.E., M.M. menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan silaturahmi ini, sekaligus merasa senang bisa saling bertukar informasi tentang pengelolaan Cabang Muhammadiyah. Agus Mulyono juga menyampaikan beberapa kegiatan dan amal usaha PCM Kasihan, kami memiliki 11 sekolah dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK. Sedangkan PCA Kasihan mengelola 24 lembaga pendidikan mulai dari PAUD sampai TK, dengan jumlah siswa sekitar seribu siswa.
PCM Kasihan juga memiliki dua armada Ambulan gratis yang dibeli secara mandiri satu unit dan satu unit lainnya merupakan bantuan dari UMY. Ambulan PCM Kasihan termasuk memiliki jadwal layanan terpadat bahkan pernah melayani pengantaran jenazah paling jauh sampai Kota Palembang, terang Agus Mulyono. Layanan yang diberikan tidak hanya kepada warga Muhammadiyah saja, melainkan kepada seluruh warga baik dari luar Muhammadiyah bahkan non Muslim, dan semuanya tetap dilayani dengan baik dan gratis.
Program yang terbaru dari PCM Kasihan adalah mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah Quran School untuk jenjang SMP dan SMA. Meski baru merintis, tetapi santri yang masuk telah memiliki prestasi taraf Nasional. Saat ini sedang berproses membangun masjid pondok dan kelas untuk santri. Ungkap Agus Mulyono.
Setelah sesi presentasi kegiatan, pertemuan dilanjutkan dengan dialog untuk saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan amal usaha pendidikan, pengelolaan Mubaligh dan Masjid Muhammadiyah dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (Ant)